Kemiskinan Dipetakan, Tim PKM FISIP UHO Temukan Potensi Benua Nirae untuk Dikembangkan

Kemiskinan Dipetakan, Tim PKM FISIP UHO Temukan Potensi Benua Nirae untuk Dikembangkan

KENDARI, SULTRAINFORMASI.ID – Kemiskinan dipetakan, potensi lokal digali. Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Halu Oleo (FISIP UHO) melakukan asesmen partisipatif pemetaan kemiskinan dan potensi Kelurahan Benua Nirae, Kecamatan Abeli, Kota Kendari, sebagai langkah awal menyusun strategi pengentasan kemiskinan yang sesuai dengan kondisi masyarakat setempat.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari PKM Terintegrasi KKN Tematik UHO Tahun 2026 dengan melibatkan aparat kelurahan dan tokoh masyarakat Benua Nirae. Asesmen dilakukan untuk mendapatkan gambaran yang lebih aktual mengenai kondisi masyarakat sekaligus mengidentifikasi berbagai potensi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan warga.

Ketua Tim PKM FISIP UHO, Dr. Sartono, S.Sos., M.Si., mengatakan kemiskinan merupakan persoalan pembangunan yang kompleks dan multidimensional. Menurutnya, kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan keterbatasan pendapatan, tetapi juga menyangkut akses terhadap pendidikan, kesehatan, pekerjaan yang layak, perlindungan sosial, perumahan, lingkungan yang sehat, hingga kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidup.

“Pengentasan kemiskinan bukan semata-mata menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat,” ujar Sartono.

Menurutnya, pemerintah memiliki peran penting dalam menyediakan kebijakan, program, anggaran, pelayanan publik, serta menciptakan ekosistem yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Namun, keberhasilan pengentasan kemiskinan juga sangat ditentukan oleh kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, lembaga sosial, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Inilah yang melatarbelakangi kegiatan asesmen partisipatif pemetaan kemiskinan,” katanya.

Sartono menjelaskan, asesmen tersebut bertujuan memberikan pengetahuan kepada aparat dan tokoh masyarakat dalam mengidentifikasi kondisi serta karakteristik kemiskinan di tingkat kelurahan.

Selain itu, kegiatan ini dilakukan untuk menggali potensi dan sumber daya Kelurahan Benua Nirae, memperbarui data kemiskinan, serta menyusun strategi pengentasan kemiskinan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat.

“Asesmen ini tidak hanya melihat siapa yang miskin dan bagaimana kondisi kemiskinannya, tetapi juga menggali potensi yang dimiliki kelurahan. Dengan mengetahui masalah sekaligus potensi yang ada, kita dapat menyusun strategi pengentasan kemiskinan yang lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi masyarakat,” jelasnya.

Pendekatan tersebut dinilai penting karena pengentasan kemiskinan tidak hanya berorientasi pada identifikasi permasalahan. Di sisi lain, perlu dilakukan upaya untuk menemukan kekuatan dan potensi lokal yang dapat dikembangkan sebagai sumber peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Melalui asesmen partisipatif ini, Tim PKM FISIP UHO berupaya membangun pemahaman bersama mengenai kondisi kemiskinan sekaligus menggali kekuatan dan potensi yang dimiliki Kelurahan Benua Nirae.

Hasil asesmen diharapkan dapat menghasilkan data dan informasi yang lebih aktual mengenai kondisi masyarakat miskin, memperbarui basis data kemiskinan, mengidentifikasi potensi kelurahan, serta merumuskan strategi dan rekomendasi pengentasan kemiskinan yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan wilayah Benua Nirae.

Data tersebut menjadi dasar untuk mengidentifikasi kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian, memetakan potensi wilayah, menentukan prioritas intervensi, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

Dengan demikian, asesmen partisipatif tidak berhenti pada proses pemetaan. Data yang diperoleh diharapkan menjadi fondasi dalam penyusunan program pemberdayaan masyarakat yang lebih tepat sasaran, terukur, dan berkelanjutan.

“Dari Data Menjadi Peta, dari Peta Menjadi Solusi,” menjadi semangat yang diusung dalam kegiatan tersebut.

Tim PKM FISIP UHO juga menekankan bahwa pengentasan kemiskinan tidak seharusnya hanya berorientasi pada pemberian bantuan. Upaya tersebut perlu diarahkan pada pemberdayaan masyarakat, peningkatan kapasitas, penciptaan kesempatan ekonomi, dan penguatan kemandirian warga.

Karena itu, pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan perlu membangun gerakan bersama agar masyarakat memiliki kesempatan yang lebih besar untuk keluar dari kemiskinan secara berkelanjutan.

Dalam upaya tersebut, pemerintah berperan sebagai pengarah, fasilitator, dan penggerak kebijakan. Sementara masyarakat ditempatkan sebagai subjek pembangunan, dengan dunia usaha, akademisi, organisasi masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya sebagai mitra strategis.

Tim PKM FISIP UHO terdiri atas Dr. Sartono, S.Sos., M.Si. selaku ketua tim, bersama Dr. Muh. Yusuf, S.Sos., M.Si., Dra. Suryani BB, M.Si., La Ode Muh. Elwan, M.Si., La Ode Aslim, S.E., M.Si., dan Muh. Rijal, S.AP., M.AP. sebagai anggota.

Melalui kolaborasi dan partisipasi berbagai pihak, asesmen tersebut diharapkan menjadi pijakan untuk mewujudkan pengentasan kemiskinan di Benua Nirae yang lebih tepat sasaran, partisipatif, inklusif, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup