Tulisan dari Opini tidak mewakili pandangan dari redaksi sultrainformasi.id
Sulawesi Tenggara saat ini menghadapi peningkatan signifikan kasus Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung. Perubahan pola hidup masyarakat, minimnya edukasi kesehatan, serta keterbatasan akses layanan kesehatan menjadi penyebab utama tingginya prevalensi PTM di daerah ini.
Di perkotaan seperti Kendari, gaya hidup modern dengan konsumsi makanan cepat saji semakin lazim. Di sisi lain, masyarakat pedesaan masih menghadapi keterbatasan informasi dan fasilitas kesehatan, sehingga diagnosis dini dan penanganan PTM sering terabaikan.
Dampak PTM di Sulawesi Tenggara tidak hanya terbatas pada kesehatan individu, tetapi juga pada ekonomi. Biaya perawatan PTM yang tinggi sering kali menjadi beban berat bagi keluarga berpenghasilan rendah.
Selain itu, PTM juga menurunkan produktivitas masyarakat usia kerja, yang pada akhirnya memengaruhi perekonomian lokal.
Untuk menghadapi tantangan ini, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan dan pengelolaan PTM harus menjadi prioritas.
Edukasi kesehatan berbasis komunitas dapat menjadi langkah efektif, dengan melibatkan tokoh adat, tokoh agama, dan kader kesehatan untuk menyampaikan informasi yang relevan dan mudah diterima masyarakat.
Kampanye kesehatan melalui media lokal seperti radio dan televisi juga penting untuk menjangkau masyarakat pedesaan dan terpencil.
Selain itu, pemerintah daerah perlu memperkuat layanan kesehatan primer dengan menambah fasilitas skrining PTM di puskesmas dan posyandu. Deteksi dini akan membantu mencegah komplikasi serius dan menekan biaya perawatan.
Kolaborasi dengan sektor swasta juga dapat dilakukan, misalnya melalui pendanaan program olahraga atau penyediaan fasilitas publik yang mendukung gaya hidup sehat.
Dengan peningkatan kesadaran dan langkah strategis, masyarakat Sulawesi Tenggara dapat lebih memahami risiko PTM dan mengambil tindakan pencegahan yang tepat.
Langkah ini tidak hanya menyelamatkan nyawa tetapi juga mengurangi beban ekonomi masyarakat dan pemerintah. Peningkatan kesadaran akan PTM adalah investasi penting untuk menciptakan generasi yang lebih sehat dan produktif di masa depan.
Tulisan: Mahasiswa S2, Universitas Mandala Waluya Kendari, Chairil Wahyu Pratama.