Anak Pedagang Bakso asal Buton, Suwandi Jadi Lulusan Terbaik IPDN 2025 dengan IPK 3,86 Tanpa Skripsi

Suwandi, pemuda asal Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (sultra). Foto: IG(@suwanndii_09)

NASIONAL, SULTRAINFORMASI.ID – Suwandi, pemuda asal Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara(sultra), membuktikan bahwa latar belakang ekonomi bukan halangan untuk meraih prestasi tertinggi di dunia akademik. Lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) angkatan 2021 ini berhasil menyandang dua gelar bergengsi sekaligus: Kartika Aksa Brata dan Santa Abdi Praja, yang hanya diberikan kepada lulusan terbaik IPDN tahun 2025.

“Perkenalkan saya Purna Praja Suwandi asal Buton. Saya lulusan IPDN yang telah meraih Kartika Aksa Brata dan Santa Abdi Praja. Gelar yang diberikan kepada lulusan terbaik IPDN tahun 2025. Saya dari Program Studi Manajemen Sumber Daya Manusia Sektor Publik yang masuk tahun 2021, mengikuti tahapan yang transparan, adil dan bersih,” kata Suwandi, dikutip SultraInformasi.id dari unggahan Instagram @humasipdn.id.

Menariknya, Suwandi berhasil lulus dengan predikat terbaik nasional tanpa menulis skripsi, melainkan melalui publikasi jurnal ilmiah yang terindeks Sinta 2. Judul jurnal utamanya adalah “Persepsi Masyarakat Mengenai Nilai-Nilai Integritas Konstitusi Martabat Tujuh dalam Layanan ASN di Kabupaten Buton”.

Tidak hanya satu, Suwandi juga telah menulis dan menerbitkan beberapa karya ilmiah lainnya yang menunjukkan kapasitas akademiknya yang luar biasa. Beberapa di antaranya meliputi:

  • “The Relevance of Islamic Values in the Martabat Tujuh Constitution: A Study of the Code of Ethics and Conduct for Civil Servants”
  • “Pembangunan Berkelanjutan Berbasis Potensi Teknologi, Inovasi, dan Pemberdayaan Sosial Ekonomi Masyarakat di Kabupaten Lampung Tengah”
  • “Systematic Review: The Role of E-Government and Human Resources Management In Corruption Prevention In Indonesia”
  • “Systematic Literature Review of Syariah Regional Regulations Maqashid Syariah Perspective”
  • “Pengukuran Kualitas Layanan Informasi Website Berbasis Digital”

Capaian akademik Suwandi tentu tidak lepas dari kerja keras dan keteguhan hati. Dalam testimoninya, ia mengungkapkan bagaimana perjuangan itu dimulai dari keluarga sederhana.

“Orang tua saya adalah pedagang bakso, meskipun begitu saya tetap bisa merasakan pendidikan di IPDN dan menjadi lulusan terbaik,” ungkapnya.

Ia pun menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas pencapaian yang diraihnya. “Ucapan syukur kepada Allah SWT dan kedua orang tua yang telah memberikan dukungan moral dan moril,” tambahnya.

Kisah inspiratif Suwandi bukan hanya cerminan keberhasilan pribadi, tetapi juga harapan bagi banyak generasi muda dari daerah yang mungkin merasa ragu dengan potensi dirinya. Bahwa kerja keras, kejujuran, dan dedikasi bisa membawa siapa pun meraih puncak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup