Polisi Ringkus Pengedar 1,8 Kg Sabu dan Puluhan Ekstasi di Kendari

Polisi Ringkus Pengedar 1,8 Kg Sabu dan Puluhan Ekstasi di Kendari

KENDARI, SULTRAINFORMASI.ID – Tim 1 Unit 1 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Sultra membongkar jaringan peredaran narkoba skala besar di Kota Kendari. Seorang pemuda berinisial IS (26) tak berkutik saat diringkus polisi bersama barang bukti bernilai 1,8 kilogram sabu dan 79 butir ekstasi.
‎
‎Penangkapan IS berlangsung Sabtu (01/08/2026) sekira pukul 02.15 WITA. Dimana Polisi lebih dulu membuntuti gerak-gerik pelaku setelah menerima informasi dari masyarakat terkait dugaan transaksi narkoba di kawasan SPBU Anggoeya.
‎
‎Kasubdit 3 Kompol Reda Irfanda mengungkapkan, jejak bisnis haram IS terendus berkat laporan masyarakat awal bulan Juli lalu. Warga mengeluhkan dugaan maraknya transaksi narkoba di kawasan SPBU Anggoeya.
‎
‎Menindaklanjuti informasi tersebut, tim bergerak melakukan pengintaian. Pengintaian memuncak Jumat malam (31/07/2026), ketika petugas memergoki IS menunggangi Honda Vario dan menempelkan paket haram di sebuah tiang listrik di Jalan Madusila.
‎
‎Tanpa disadari pelaku, polisi terus membuntutinya hingga ke rumah kontrakan di BTN Queensha Residence, Jalan Jambu Putih, Kelurahan Matabubu, Kecamatan Poasia.
‎
‎Tak ingin kehilangan jejak, penggerebekan dilakukan Sabtu dini hari dengan disaksikan perangkat RT dan warga setempat. Hasil penggeledahan membuat petugas menggelengkan kepala.
‎
‎”Di dalam rumah kontrakan tersebut, polisi menyita sebuah tas ransel berisi 57 saset sabu siap edar yang disamarkan dalam bungkus teh Cina dengan berat total 1.800,4 gram serta 79 butir ekstasi. Selain barang haram, petugas mengamankan dua unit timbangan digital, alat pres plastik, puluhan plastik klip kosong, ponsel, dan sepeda motor pelaku,” kata Irfanda, Senin 10/08/2026) saat dikonfirmasi.
‎
‎Atas keberhasilan ini, Kompol Reda mengapresiasi keberanian masyarakat yang mau bersuara dan mengimbau agar warga tidak ragu melapor jika menemukan pergerakan mencurigakan di wilayahnya.
‎
‎”Jangan pernah mencoba narkotika. Dampaknya tidak hanya merusak masa depan, tapi juga menghancurkan keluarga dan lingkungan. Mari bersama-sama kita perangi narkoba,” tegas Kompol Reda.
‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup