Perlombaan Mombesara di Konawe, Salah Satu Garda Depan Lestarikan Budaya Tolaki

Perlombaan Mombesara di Konawe. Foto: istimewa.

KONAWE, SULTRAINFORMASI.ID – Dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, sebuah perlombaan unik dan sarat nilai budaya digelar di salah satu daerah Kabupaten Konawe. Bukan lomba balap karung atau tarik tambang seperti biasanya, melainkan perlombaan Mombesara tingkat Sekolah Dasar (SD) yang baru-baru ini viral setelah dibagikan akun TikTok @Syamsidar.putra.m.

Mombesara sendiri merupakan tradisi lisan khas masyarakat Tolaki yang biasa ditampilkan dalam prosesi adat, khususnya upacara perkawinan. Tradisi ini menghadirkan dua tokoh penting, yakni tolea dan pabitara, yang beradu keterampilan menyampaikan tuturan adat penuh makna. Lebih dari sekadar hiburan, Mombesara sarat dengan pesan moral, nilai kebersamaan, dan penghormatan terhadap leluhur.

Perlombaan ini menuai pujian dari warganet karena dianggap sebagai langkah cerdas mengenalkan budaya sejak dini. Kolom komentar pada video unggahan tersebut ramai dengan dukungan dan apresiasi.

“Contoh kegiatan positif dgn melestarikan budaya adat istiadat daerah mantap,” tulis akun @64364n9.

Komentar serupa datang dari @310mu yang berharap tradisi ini terus diwariskan, “Mantap salut semoga selalu dilestarikan dan ada penerus yang muda-muda, karena yang sudah tua mungkin akan pensiun.”

Sementara akun @Popado mengingatkan pentingnya regenerasi budaya, “Tahun 2100 akan banyak budaya suku di daerah yang punah. Anak-anak ini adalah masa depan yang bisa pertahankan keberadaan suku.”

Langkah menghadirkan Mombesara di ajang perlombaan tingkat SD ini tidak hanya memeriahkan HUT RI, tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi generasi muda untuk mencintai serta menjaga identitas budayanya. Melalui lomba ini, anak-anak tidak hanya belajar percaya diri berbicara di depan umum, tetapi juga menyelami kearifan lokal yang menjadi kekayaan Sulawesi Tenggara.

Dengan antusiasme tinggi masyarakat, kegiatan seperti ini diyakini mampu memperkuat akar budaya sekaligus menjadi penangkal lunturnya tradisi di tengah derasnya arus modernisasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup