Pemerintah Perluas Bebas Pajak PPh 21 ke Sektor Pariwisata, Pekerja Bisa Tambahan Rp400 Ribu Per Bulan
NASIONAL, SULTRAINFORMASI.ID – Pemerintah mengambil langkah baru untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memacu sektor pariwisata. Insentif pembebasan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 Ditanggung Pemerintah (DTP) yang sebelumnya hanya berlaku bagi sektor padat karya, kini resmi diperluas ke sektor pariwisata, hotel, restoran, dan kafe.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan kebijakan ini lahir karena sektor pariwisata turut mengalami tekanan serupa dengan industri padat karya.
“Yang terkait dengan perluasan PPh 21 yang ditanggung pemerintah, yang kemarin sudah diperlakukan untuk sektor padat karya, ini dilanjutkan ke sektor pariwisata, hotel, restoran, dan kafe,” ungkap Airlangga di Kantor Presiden, Senin (15/09/2025) dikutip sultrainformasi.id dari suara.com.
Insentif ini berlaku untuk pekerja dengan gaji di bawah Rp10 juta per bulan. Pemerintah menyiapkan anggaran Rp120 miliar untuk sisa tiga bulan tahun 2025, serta Rp480 miliar pada 2026. Dengan skema ini, pekerja bisa mendapat tambahan penghasilan Rp60 ribu hingga Rp400 ribu per bulan.
“Benefitnya mereka bisa manfaatkan angka Rp60.000-400.000 tambahan orang per orang sehingga kita berharap daya beli bisa terjaga juga,” jelas Airlangga.
Kebijakan ini diperkirakan ikut memberi napas segar bagi sektor pariwisata di Sulawesi Tenggara. Daerah ini dikenal dengan destinasi unggulan seperti Wakatobi, Bau-Bau, dan Kendari yang memiliki banyak hotel, restoran, serta kafe penunjang wisata.
Di Kendari misalnya, geliat pariwisata kerap ditopang industri kuliner dan perhotelan. Sementara di Wakatobi, sektor horeka menjadi tulang punggung layanan wisata bahari.
Stimulus pajak untuk para pekerja diyakini bisa meringankan beban biaya hidup sekaligus menjaga perputaran uang di tingkat lokal. Bagi pekerja hotel, restoran, hingga kafe di Sultra, tambahan pendapatan ini diharapkan mampu menjaga semangat kerja sekaligus mendukung keberlanjutan bisnis pariwisata yang sangat vital bagi perekonomian daerah.












