Warga Tertembak di Tambang Ilegal Bombana, Diduga Oknum Brimob Lepaskan Peluru Tajam

Warga Tertembak di Tambang Ilegal Bombana, Diduga Oknum Brimob Lepaskan Peluru Tajam. Foto: Istimewa.

BOMBANA, SULTRAINFORMASI.ID – Insiden penembakan terjadi di lokasi penambangan batu cinnabar atau tembaga ilegal di Desa Wambarema, Kecamatan Poleang Utara, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (08/01/2026).

‎Dimana warga dilaporkan tertembak peluru tajam dan mengalami luka serius. Pelaku penembakan diduga merupakan oknum anggota Brimob Polri.

‎Korban berinisial J (53), warga Desa Rompu-rompu, mengalami luka tembak di bagian kaki kanan dan kini menjalani perawatan intensif di RSUD Tanduale Bombana. Korban diketahui bekerja sebagai pengawas di lokasi penambangan ilegal tersebut.

‎Dikutip dari Fajartimur.com News, peristiwa berdarah itu terjadi sekira pukul 11.00 WITA. Menurut keterangan Aldi Prayoga alias Yoga, adik korban, lima orang yang diduga terdiri dari oknum anggota Brimob dan warga sipil datang ke lokasi tambang menggunakan satu unit mobil Toyota Hilux double cabin warna silver dan satu mobil Xenia merah.

‎“Dua orang sipil tetap berada di bagian atas, sementara tiga orang lainnya turun ke lokasi tambang dengan membawa dua pucuk senjata api,” kata Yoga, (08/01/2026).

‎Setibanya di area penambangan, ketiga pria bersenjata tersebut menyisir lokasi dan memberikan imbauan kepada para penambang agar menghentikan aktivitas serta meninggalkan area dalam waktu sekira 10 menit. Imbauan itu disertai dengan tembakan peringatan ke udara.

‎Situasi berubah tegang ketika korban bersama sejumlah rekannya mendatangi ketiga pria tersebut di sekitar pondok tenda masyarakat. Korban bermaksud mempertanyakan tujuan kedatangan mereka serta dasar hukum penertiban yang dilakukan.

‎Namun, berdasarkan keterangan saksi di lokasi, salah satu dari tiga pria bersenjata itu diduga justru melepaskan tembakan ke arah bawah yang mengenai kaki kanan korban. Korban langsung terjatuh dan mengalami luka tembak.

‎Pasca penembakan, puluhan warga yang berada di sekitar lokasi tambang bereaksi keras. Sekitar 40 warga mendatangi ketiga pria bersenjata tersebut. Dalam kondisi emosi yang memuncak, dua orang yang diduga oknum anggota Brimob sempat diamankan warga, bahkan satu pucuk senjata api berhasil direbut. Sementara satu orang lainnya melarikan diri dengan membawa senjata yang diduga digunakan untuk menembak korban.

‎Sekira pukul 13.30 WITA, personel gabungan TNI dan Polri tiba di lokasi untuk mengendalikan situasi. Dua orang yang diduga oknum anggota Brimob kemudian dievakuasi dan dibawa ke Mapolres Bombana untuk menjalani pemeriksaan. Kondisi di lokasi dilaporkan kembali kondusif.

‎Kasatreskrim Polres Bombana, Iptu Yudha Febry Widanarko, membenarkan adanya insiden penembakan tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait kronologi kejadian dan dugaan keterlibatan oknum aparat.

‎“Sementara kita buatkan kronologinya,” ujar Yudha saat dikonfirmasi di Kendari, Kamis, malam.

‎Yudha juga mengungkapkan bahwa oknum anggota yang terlibat bukan berasal dari kesatuan di wilayah Sulawesi Tenggara.

‎“Oknum anggotanya bukan dari Sultra,” katanya singkat.

‎Dalam rekaman video yang diterima redaksi, terlihat suasana mencekam sesaat setelah penembakan. Terdengar teriakan histeris warga yang menyebut korban tertembak di bagian kaki, sementara seorang pria berjaket yang diduga anggota Brimob tampak diamankan oleh warga.

‎Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait motif kedatangan kelompok bersenjata ke lokasi tambang ilegal tersebut maupun status hukum oknum anggota yang diduga terlibat dalam insiden penembakan itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup