Mengenal Julita, Kepala Desa Termuda di Koltim Berusia 25 Tahun
KOLAKA TIMUR, sultrainformasi.id – Julita, tentu nama yang asing terdengar di telinga. Namun, bagi warga Kecamatan Dangia, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara (Sultra), khususnya di Desa Lembah Subur namanya tengah hangat diperbincangkan hingga kini.
Ya! Bagaimana tidak, usianya yang kini baru menginjak 25 tahun, wanita berparas cantik itu telah menjabat sebagai Kepala Desa (Kades) Lembah Subur periode 2023 – 2029.
Wanita yang kerap disapa Itha itu sah menjabat sebagai Kades Lembah Subur usai dilantik oleh Bupati Koltim Abdul Azis, Jumat (03/02/2023) kemarin.

Dalam pelantikan tersebut, Itha menjadi yang termuda dari 83 Kades se-Kabupaten Koltim. Dirinya terpilih setelah mengikuti kontestan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang digelar secara serentak, Senin (19/12/2022) tahun lalu.
Saat itu, dia meraih kemenangan setelah mengungguli dua calon dengan merebut 519 suara. Pada pemilihan itu, total 1.179 suara sah di enam TPS.
Profil dan Riwayat Hidup
Julita lahir di Lembah Subur, Kecamatan Dangia, Koltim, pada tanggal 25 Juli 1997.
Julita menempuh pendidikan Sekolah Dasar (SD) hingga Perguruan Tinggi (PT) semuanya di Sultra. Dalam perjalanan pendidikannya, Julita lulusan SD Negeri 1 Lembah Subur.
“Setelah lulus SD, saya melanjutkan studi di SMP Negeri 3 Ladongi. Kemudian, untuk tingkat SMA, saya meninggalkan Koltim dan melanjutkan Studi di SMA Negeri 4 Kendari,” kata Itha kepada sultrainformasi.id saat dihubungi, Sabtu (04/02/2023) sore.
“Untuk tingkat perguruan tinggi saya lulusan Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Halu Oleo (UHO),” tambahnya.
Saat ini, Itha telah memiliki suami bernama Riki ikkbal. Kedua orang tuanya bernama H. Mustahing dan Hj. Herlina.
Setelah Sah Jadi Kepala Desa
Terkait menjadi Kades termuda se – Kabupaten Koltim, wanita cantik itu membenarkan. Dia menyebut, dari 83 Kades terpilih dirinya yang paling muda.
Lebih jauh, alasan dirinya mencalonkan pemilihan Kades, karena ingin menjadi penerus bapaknya sekaligus mendapatkan dorongan keluarga dan warga setempat.
“Kebetulan bapak saya pernah menjadi Kades di kampung ini, dan saya ingin menjadi sebagai penerusnya,” ucap wanita berdara suku Bugis itu.
Setelah terpilih, program yang dilakukan dia mengutamakan terkait kesejahteraan masyarakat hingga melakukan pembangunan secara merata.
“Pastinya menjujung tinggi kesejahtraan masyarakat yang bersifat adil dan transparan serta melakukan pembangunan secara merata,” jelasnya.
Olehnya itu, dia berharap kepada warga desa Lembah Subur agar kembali satukan sudut pandang untuk melakukan yang terbaik di desa tersebut.
“Yang ingin saya sampaikan untuk warga desa Lembah Subur, turunkan ego ayo kita bersatu menjadikan desa ini lebih baik lagi,” harapnya.
Untuk rasa bangga menjadi Kades pasti ada. Namun, kata dia, yang terpenting bagaimana cara mensejahterakan masyarakat karena ini merupakan tanggung jawab besar.
“Sekarang ada rasa bangga tetapi ini merupakan tanggung jawab besar bagi saya untuk kedepnnya,” tutupnya.
๐๐๐ง๐ ๐๐ง ๐ฅ๐ฎ๐ฉ๐ ๐ค๐ฎ๐ง๐ฃ๐ฎ๐ง๐ ๐ข ๐๐๐ซ๐ข๐ญ๐ ๐ฅ๐๐ข๐ง๐ง๐ฒ๐ ๐๐ข ๐๐จ๐จ๐ ๐ฅ๐ ๐๐๐ซ๐ข๐ญ๐ ๐ฌ๐ฎ๐ฅ๐ญ๐ซ๐๐ข๐ง๐๐จ๐ซ๐ฆ๐๐ฌ๐ข.๐๐จ๐ฆ, ๐๐๐๐ ๐๐ข๐ฌ๐ข๐ง๐ข.









