Wanita Muda di Kendari Diduga Gelapkan Uang Investasi dan Arisan Online, Kerugian Rp600 Juta
KENDARI, sultrainformasi.id – Kasus dugaan penggelapan uang investasi dan arisan online kembali terjadi di Sulawesi Tenggara (Sultra). Kali ini, penggelapan itu diduga dilakukan wanita muda di Kota Kendari berinsial CS. Puluhan korban mengalami kerugian Rp600 juta.
Salah satu korban wanita berinsial SP (25) mengungkapkan kasus dugaan penggelapan yang dilakukan oleh CS berawal dari media sosial (medsos).
SP menceritakan, ia mengenal CS lewat medsos. Kemudian, CS menawarkan bisnis investasi dan arisan online.
“Saya pun tertarik untuk mengikuti investasi yang dia tawarkan. Syaratnya, melakukan deposit dana dalam jumlah yang bervariasi. CS menjanjikan dalam investasinya, jika memasukkan uang Rp1 juta akan dikembalikan deposit Rp1.7 juta dalam jangka 5 hari saja,” ucap SP (korban) kepada sultrainformasi.id saat ditemui di salah satu cafe di Kendari, Sabtu (11/06/2023).

Kata dia, investasi yang dilakukan oleh terduga pelaku awanya berjalan lancar sesuai yang dijanjikan. Sehingga, selain dirinya, banyak yang lain ikut tergiur untuk ikut serta dalam bisnis investasi tersebut.
“Awalnya-awalnya memang lancar, dia mengembalikan uang investasi sesuai yang dijanjikan,” ujarnya.
“Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, CS tak lagi menepati janjinya. Saya dan sekitar 50 orang lebih nasabah yang didominasi wanita kesulitan melakukan komunikasi dengan CS (pesan WhatsApp saya tidak di read atau tidak dibuka meski ceklis dua),” sambung SP.
Ditempat yang sama, salah satu korban arisan online berinsial II mengatakan bahwa arisan online yang dibuat oleh CS awalnya juga berjalan lancar.
“Di bulan-bulan pertama arisan online itu berlangsung lancar. CS masih menepati janjinya dan memberikan jumlah uang yang telah dijanjikan,” kata II (korban).
Namun, beberapa bulan kemudian terduga pelaku sulit dihubungi saat arisan jatuh tempo. II sempat komunikasi dengan CS, namun berdalih dan memberikan sejumlah alasan saat para korban menagih janjinya.
“Susah dihubungi sekarang. Data yang kami dapat untuk di arisan online ini ada sekitar 8 orang, kemungkinan masih ada lagi korban yang lainnya,” ujarnya.
Karena bosan dijanji dan susah dihubungi, puluhan korban investasi dan arisan online yang merasa ditipu kini melaporkan CS ke Satreskrim Polresta Kendari pada 11 April 2023 dan ke Ditreskrimsus Polda Sultra pada 6 Juni 2023 atas dugaan kasus penipuan dan penggelapan.
II dan SP yang mewakili korban lainnya mengaku kesal, karena aduan yang telah dilayangkan khususnya di Polresta Kendari hingga saat ini belum menemui titik terang.
“Kita ini hanya disuru menunggu terus. Padahal ini terduga pelaku ada di Kendari, seharusnya sudah ada perkembangan apalagi sudah 2 bulan lalu kita melapor,” kesal SP.
Secara terpisah, Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Fitrayadi menyampaikan kasus dugaan penggelapan tersebut kini dalam tahap penyelidikan. Penyidik tengah melakukan pendalaman lebih lanjut.
“Masih lidik, kami akan segera sampaikan perkembangannya,” singkat Fitrayadi saat dihubungi melalui pesan WhatsApp (WA), Senin (12/06/2023).
๐๐๐ง๐ ๐๐ง ๐ฅ๐ฎ๐ฉ๐ ๐ค๐ฎ๐ง๐ฃ๐ฎ๐ง๐ ๐ข ๐๐๐ซ๐ข๐ญ๐ ๐ฅ๐๐ข๐ง๐ง๐ฒ๐ ๐๐ข ๐๐จ๐จ๐ ๐ฅ๐ ๐๐๐ซ๐ข๐ญ๐ ๐ฌ๐ฎ๐ฅ๐ญ๐ซ๐๐ข๐ง๐๐จ๐ซ๐ฆ๐๐ฌ๐ข.๐๐จ๐ฆ, ๐๐๐๐ ๐๐ข๐ฌ๐ข๐ง๐ข.
- Berita Kendari
- Berita Sultra
- Kasat Reskrim Polresta Kendari AKP Fitrayadi
- Kasus Penggelapan Uang di Kendari
- Korban Arisan Online
- Korban Investasi
- Korban Investasi di Kendari Alami Kerugian Rp600 Juta
- polda sultra
- Polresta Kendari
- sultrainformasi.id
- Wanita Muda di Kendari Diduga Gelapkan Uang Investasi dan Arisan Online









